Monday, September 13, 2021

Mengatasi Ban Tubeless Kempes Terus Padahal Tidak Bocor

Salah satu penyebab ban tubeless sering kempes adalah karena bagian sisi ban yang tidak rapat pada velg. Itu juga yang kami alami. Karena velg yang di gunakan adalah velg palang standar biasa bawaan pabrikan yang peruntukkannya bukan khusus untuk ban tubeless. Selain itu, hal yang juga dominan menjadi penyebab ban tubeless tiba tiba kempes adalah kualitas ban’nya itu sendiri.

Hal ini menjadi masalah pada motor karena memang harga ban tubles beat biasanya memiliki harga di atas ban biasa.

Biasanya sisi ban tubeless yang tidak bagus akan mengeras sehingga ia tidak menekan sempurna pada bibir velg. Yang karenanya sebagian angin lolos dari celah itu sehingga ban tubles kempes mulu. Atau ada kemungkinan kebocoran terjadi pada pentil ban yang rusak. Kerusakan pentil juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ban motor tubeless tiba tiba kempes.

Mengatasi Ban Tubeless Kempes Terus Padahal Tidak Bocor

Solusi Ban Tubeless Sering Kempes Tapi Tidak Bocor

Meskipun anda menggunakan ban tubeless baru, tapi atas beberapa faktor tadi, ban bisa saja kempes sendiri meskipun tidak ada kebocoran pada permukaan ban dan tidak ada kerusakan pada pentil. Dalam kasus ini, biasanya tekanan angin akan cepat kempes dalam satu hari, dua hari, satu minggu atau paling lama dua minggu.

Jika ban tubeless kempes tanpa adanya kebocoran pada permukaan ban dan tidak ada kerusakan pada pentil, kami punya solusinya, yaitu dengan cara mengoleskan oli pada celah antara sisi ban dengan bibir velg.

Resep ini kami dapatkan dari salah satu tetangga. Ia sebenarnya bukan ahli otomotif ataupun mekanik bengkel, tapi ia punya pengalaman dalam mengatasi ban tubeless yang gampang kempes. Kamipun sudah menjajalnya sendiri dan terbukti efektif. Untuk mengatasi masalah ban tubeless mudah kempes, kita hanya membutuhkan beberapa cc oli dan satu buah kwas.


Cara Pengerjaan

Caranya ialah, kempeskan (buang angin ban) terlebih dahulu sampai ban benar-benar kempes. Jika perlu, gunakan kunci pentil, lepas dulu inti pentilnya supaya angin ban benar-benar habis. Setelah itu, tuangkan sekira 50cc atau 100cc oli mesin bersih pada wadah kecil.

Setelah oli dan kwas siap, tekan sisi samping ban sehingga terbuka celah antara sisi ban dengan bibir velg. Lantas pada celah tersebut, oleskan oli dengan menggunakan kwas. Lakukan hal tersebut pada sekeliling ban sampai merata. Selesai. Kini ban motor telah sembuh dan tidak lagi selalu kempes dalam waktu beberapa hari.


Efek Penggunaan Oli pada Ban Tubeless

Menurut asumsi kami, awal masalah kempesnya ban motor ialah karena sisi ban yang mengeras, tidak lentur, sehingga tidak menekan dan menapak sempurna pada bibir velg. Nah, dengan olesan oli, maka sisi ban menjadi lentur sehingga menekan dengan sempurna pada bibir velg saat ban terisi tekanan angin.


Gunakan Oli Bersih atau Oli Baru

Kemungkinannya sih pakai oli bekas pun ngga masalah. Tapi kami lebih memilih menggunakan oli baru supaya tidak terlalu belepotan pada tangan, velg dan ban’nya itu sendiri.

Selain itu, oli bekas juga mengandung kotoran yang takutnya akan mengganjal pada sela antara sisi ban dengan bibir velg. Dengan adanya kotoran seperti itu, saya kira kebocoran tidak akan sembuh lantaran ada celah udara antara ban dan velg yang oleh ganjalan kotoran.

Untuk mengakali supaya sisa oli tidak mubazir, anda bisa membeli oli baru dengan kapasitas lebih. Misale mesin motor anda punya kapasitas oli 800 ml, maka anda beli oli yang kemasannya 1 liter. Dengan begitu, setelah anda gunakan pada ban, sisa olinya masih memadai untuk mengganti oli mesin yang lama. Jadi, tidak ada yang mubadzir.

Satu hal lagi. Saat mengoleskan oli pada celah ban dan velg, anda akan membutuhkan alat semacam sendok ban. Karena jika kita tekan secara manual menggunakan tangan, sangat keras. akan membuat tangan sakit.

Kecuali jika anda mengerjakannya berdua. Satu orang menekan ban menggunakan dua tangannya dan satu orang lagi mengoleskan olinya. Pamungkasnya, cara ini sebenarnya bukanlah ilmu baru. Ini cara lama yang sudah banyak orang tahu.